Selasa, 04 Desember 2012

Our Spirit Will Never Die...!!!




MENTARI ITU BERSINAR, DAN AKAN SELALU BERSINAR

By: Ukhti Maira


 


Bunyi bel pertanda pulang berdenting, sepercik kebahagiaan yang tak ternilai harganya pun menghampiri  para murid SMA NEGERI 1 BUKITTINGGI. Semua itu bagaikan air dalam kehausan , bagaikan makanan dalam kelaparan dan bagaikan penyejuk dalam kepanasan karena terlepas dari cekikan maut pelajaran yang menari-nari di papan tulis. Semua berhamburan keluar dari kelas bak sapi keluar dari sel tahanan karena diancam akan dikurban.
Namun label kebahagiaan itu tak berlaku bagi kami, para orang- orang LCC 4 Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang berjumlah hanya 15 orang dan salah satu diantaranya adalah aku. Jadwalku setiap hari sangat padat. Sampai-sampai aku tidak ada waktu untuk memberi makan Belti, kucing kesayanganku.Terlebih lagi, hari Minggu, hari yang seharusnya bisa aku gunakan untuk bersantai ria dirumah pun tergadaikan olehnya . Jadwal harianku setiap pulang sekolah adalah :
Senin                                   : Les fisika
Selasa                                  : Latihan LCC
Rabu                                    : Olah Raga
Kamis                                  : Les Matematika
Jumat                                  : Latihan LCC + Les Bahasa Inggris
Sabtu                                   : Latihan LCC
Hari-hariku dipenuhi dengan latihan LCC. Mungkin kalian bertanya-tanya apa itu LCC, singkatnya saja, di dalam LCC  kami diharuskan untuk menghafal UUD 1945,TAP MPR,tematik UUD, dan hal-hal lain yang bersangkutan dengan peraturan perundang-undangan negara kita tercinta,Indonesia. Hal itu kami lakukan untuk mengikuti program pemerintah yang selalu mengadakan lomba cerdas cermat berkelanjutan  setiap tahunnya. Secara teori berkata, kami para LCC  SMA N 1 BUKITTINGGI untuk mengikuti lomba ini ke tingkat provinsi. Karena hanya sekolah kami yang mengadakan ekstrakurikuler ini di kota kami. Pikiran kami selalu dihiasi dengan bab, pasal, dan ayat setiap UUD. Tapi, kami tidak merasa terbebani dengan semua itu, menghafal UUD dan TAP MPR sudah menjadi keseharian rutin kami sehari-hari. Seperti makan dan tidur yang telah menjadi kebutuhan kami setiap hari.
Namun seiring waktu berjalan, sepertinya kali ini waktu tak berpihak pada kami. Siang itu,sebuah surat yang menggemparkan sekolahku pun datang. Tak terlintas dibenakku hal itu akan terjadi. Tapi realita tak bisa dipungkiri.Mentari seperti tenggelam dan tak mau bersinar lagi. Saat itu aku berharap segera  terjaga dari mimpi yang mengerikan ini. Tapi,setelah aku mencubit tangan kuat-kuat,rasa sakitpun menjalar. Bukan sakit karena kena cubit, tapi karena aku harus menghadapi kenyataan bahwa semua ini bukan mimpi buruk, semua ini nyata.
Entah apa yang harus kami lakukan setelah ini. Kau tau apa yang telah terjadi  kawan? Kakak seniorku di LCC menyampaikan kepada kami semua  bahwa  TAHUN INI SEKOLAH KAMI TIDAK DIBERI KESEMPATAN LAGI UNTUK MEWAKILI KOTA MENGIKUTI LOMBA CERDAS CERMAT 4 PILAR KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA KE TINGKAT PROVINSI.Giliran itu diberikan kepada sekolah lain. Saat itu juga kami yang  tengah berada di lapangan pun ternganga, tak tau harus berbuat apa. Tiba – tiba, tubuhku  mendingin, tanpa kusadari air mataku pun meronta ingin menampakkan wujudnya. Semua tak bisa ku elakkan. Semua orang sangat kecewa, sekolahku pun dihantui dengan tangisan kami para anggota LCC. Seiring semuanya bersedih, alam pun sepertinya ikut bersedih. Tetesan air langit pun membasahi sekolah kami. Aku merasa semua pengorbananku sia-sia. Mulai dari waktu,pikiran,tenaga, pelajaran, sampai teman.
Ku lihat arloji ku, ternyata jarum yang agak pendek sudah berada di angka empat. Tanpa mengucapkan apa apa, aku beranjak dari dari lapangan menuju tempat angkot yang biasa kutumpangi untuk pulang. Sepanjang perjalanan aku masih memikirkan hal yang baru saja terjadi. Semua ini terasa bak Dementor telah merenggut semua kebahagiaanku tanpa bisa ku elakkan. Patronoumku pun seperti tidak berfungsi. Beberapa saat kemudian aku pun sadar, aku tidak berada di Hogwarts.
“Adek adek semua, besok pagi harap berkumpul di balkon, karena jam 7 pagi kita akan menghadap ke kepala sekolah untuk membicarakan masalah kemarin, jadi jangan ada yang telat ya!” bunyi pesan singkat dari kakak seniorku. Jam di meja belajarku masih menunjukkan pukul 20.15, tetapi setelah membaca sms dari kakak seniorku tadi, rasanya tak sabar aku menunggu datangnya pagi.
Tepat pukul 07.00 waktu Bukittinggi, aku sudah berdiri di balkon lantai dua sekolahku. Tak lama setelah itu, kakak seniorku pun datang dan dengan logat minangnya berkata “Capeklah dek. Semuanya ikut kakak ke ruang kepala sekolah”. Aku dan temanku yang lain berjalan mengikuti kakak seniorku dari belakang. Sampai di depan ruang kepala sekolah, kami pun mendapati Bapak Kepsek berjalan keluar dari ruangannya sambil berkata “Ada apa ini rame-rame kesini? Ada yang bisa saya bantu?”. “Ada yang ingin kami bicarakan Pak” kata kakak seniorku. “Silahkan masuk, tapi jangan semuanya. Tiga orang saja cukup”. Dua kakak senior dan satu orang temanku pun masuk ke ruang kepala sekolah. Kami para anggota LCC yang lain menunggu dengan cemas di luar. Beberapa menit kemudian, mereka yang baru saja masukpun keluar dari ruangan kepala sekolah. Kami segera mengerubuti mereka untuk menanyakan apa saja yang mereka bincangkan di dalam sana. Singkatnya, bapak kepala sekolah hanya mengatakan akan menanyakan proses lebih lanjutnya ke Dinas Pendidikan kota. Tak ada kepastian yang jelas. Tapi setidaknya kami sudah bisa bernafas lega, karena kepala sekolah mau bercampur tangan atas masalah kami ini.
Tetapi, usaha kami tak berhenti sampai disitu. Aku dan sahabat dekatku, yang juga anggota LCC  teringat dengan teman dekat,  seperilaku dan seperjuangan kami sejak sekolah di jenjang menengah pertama dulu. Sebut saja namanya Rahman.Kami bertiga memang berteman dekat sekali. Kebetulan ayahnya bekerja sebagai abdi negara di Instansi pemerintah yang bergerak di sektor pendidikan di kota ini. Kami meminta bantuan kepada beliau untuk memberikan penjelasan kenapa sekolah kami tidak bisa lagi mengikuti lomba cerdas cermat ini. Lomba yang menjadi mimpiku sejak menyematkan lambang SMA N 1 BUKITTINGGI di baju seragamku. Ternyata alasannya adalah, karena kami sudah tiga kali menjadi utusan kota ini dan masih tidak berhasil melaju ke tingkat Nasional.Jadi panitia lomba ini ingin memberikan kesempatan kepada sekolah lain. Bapak itu pun juga  berkata akan melakukan apapun yang beliau bisa. Senyuman pun menghampiri kami. Dalam hati kami berharap semoga keajaiban itu ada dan semoga harapan kami terkabulkan. Meskipun kemungkinannya seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Tapi kami percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.
Beberapa hari setelah realita terburuk yang telah menimpaku itu berlalu, kesibukan kamipun berjalan normal seperti biasa kembali. Harapan boleh redup, tetapi semangat kami tidak pernah padam. Latihan LCC masih tetap berjalan seperti hari-hari sebelumnya. Bunyi pekikan  bel tanda kami masih berlatih berebut  menjawab soal-soal seputar UUD dan TAP MPR masih terdengar di setiap Selasa,Kamis, Jumat, dan Sabtu pada jam sepulang sekolah.Guru pembina kami juga masih tidak pernah absen untuk mengawasi latihan kami. Mentari itu bersinar,dan akan selalu bersinar. Tetapi kali ini masih diikuti oleh awan gelap yang menutupinya karena rasa cemburu. Semua kemungkinan itu seperti masih  mengambang di udara. Tidak tau apa kepastian yang akan terjadi.
   Seminggu setelah itu,berita lain datang lagi ke sekolah kami. Tetapi untungnya bukan berita buruk seperti yang kami dapatkan dua minggu lalu. Berita itu berisi tentang keputusan panitian lomba LCC UUD dan TAP MPR  akan mengadakan seleksi antara sekolah kami dengan sekolah yang telah dipilihnya sebelumnya, untuk mendapatkan siapa yang terbaik. Seleksi diselenggarakan dengan menandingkan kami dengan sekolah lain itu. Siapa yang mendapat skor tertinggi dan permainan terbaik itulah yang akan berhak mewakili Bukittinggi menuju provinsi.  Mendengar berita itu, kami semua bersorak senang bukan kepalang. Akhirnya,terang pun datang, dan  awan gelap berlarian karena takut akan ditiup oleh angin dari barat. Keputusan yang selama in kami nantikan akhirnya datang juga. Tergambar di wajah-wajah para anggota LCC  semangat yang dulu hampir padam kembali  berkobar. Memang, perjalanan kami masih panjang,kami masih harus menjalani seleksi,dan jika kami berhasil, setelah itu kami pun  harus bersaing mengalahkan para utusan dari setiap kota di provinsi. Tapi setidaknya perjalanan setelah ini mudah-mudahan bisa kami hadapi dengan usaha dan kerja keras. Tekad kami adalah membawa nama SMA N I BUKITTINGGI sebagai pemenang di ajang nasional nantinya. Amin.
Mungkin ketika teman-teman membaca bagian ini, cerpen ini akan segera berakhir. Tetapi tidak untuk kami para LCC, ini adalah awal dari perjuangan kami. Mentari itu bersinar, dan akan selalu bersinar
***

Sabtu, 10 November 2012

This is My TOWN..

-->
BUKITTINGGI

 
            Bukittinggi is a city located in the northern part of West Sumatra province. Two words are collected into one, has a meaning identical to its location at an altitude hills. Situated in the island of Sumatra with hilly and air cool and comfortable.
Bukittinggi City will amaze your heart, with an altitude of 904-941 meters above sea level makes the air high hill so it feels very cool. Temperature reaches about 16-23 degrees celcius. contour of the land in the city is hilly, there were there were 27 contained within the hill town of Bukittinggi, When traveling by car it will not feel bored.
            Bukittinggi is the cultural center of West Sumatra, located in the highlands north of Padang on the hill Agam. Unlike the Padang that is central to modern machinery of government and commerce then Bukittinggi is a quiet town decorated by the scenery really is second to none. Valley is very famous Sianok canyon with a depth of 100 M and a slope between 800-900 is one of the charms of Bukittinggi serve as a tourist town. Greatness of Mount Merapi, Mount Singgalang and, too, of Mount Sago moleknya adorn the city's Clock Tower.
            Bukittinggi has another name that is Tri Arga, which means three majestic mountains that give good luck. Bukittinggi has a refreshingly cool air over the region because of the height of 900 m above sea level. While in Bukittinggi often rains, it does not prevent the tourists to come to the city that many people refer to as the most hospitable city in Sumatra island.
Many tourists who come to visit the canyon Sianok amazing, huge stone cliff covered with trees growing on it and the surrounding mountains are dramatic gorges make this incredibly enticing.
            This place is a good place if you want a more challenging adventure. Compare with other places in Sumatra, Bukittinggi only received a few visitors who use the city as headquarters ascent near or touring culture to Highlands Minagkabau. Bukittinggi Society multiethnic society inhabited by thousands. Mareka homely living side by side in harmony and harmonious life.

This is My SCHOOL..

SMA NEGERI 1 BUKITTINGGI (SMANSA LANDBOUW)




PROPINSI SUMATERA BARAT
JL. SYEKH M DJAMIL DJAMBEK NO. 36 BUKITTINGGI
TELP./ FAX  :  0752 22549 / 0752 626202
WEBSITE     :  www.sman1bukittinggi.sch.id
EMAIL         : smansa_landbouw@yahoo.co.id

SEJARAH SINGKAT :

SMA Negeri 1 Bukittinggi lahir dari pecahan SMA Negeri ABC Bukittinggi yang berlokasi di Birugo (SMA Negeri 2 Bukittinggi sekarang) pada tahun 1957. Pada awalnya SMA ini dikenal dengan SMA Negeri 1B dan pada tahun 1959 lokasinya dipindahkan ke lokasi yang ada sekarang yaitu jalan Syekh M Jamil Jambek No. 36 (Landbouw) Bukittinggi. Gedung induk SMA Negeri 1 Bukittinggi yang mulai dibangun tahun 1957 dan selesai tahun 1959 merupakan bantuan Pemerintah, mengingat Bukittinggi adalah pusat atau ibukota propinsi Sumatera Tengah.

VISI :
UNGGUL DALAM IPTEK DAN IMTAQ AGAR MAMPU BERSAING SECARA GLOBAL

MISI :
  • Melaksanakan Pembelajaran yang efektif sehingga potensi kecerdasan peserta didik berkembang secara optimal untuk meningkatkan daya saing global.
  • Menumbuhkembangkan etos kerja dan semangat  keunggulan seluruh warga sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
  • Memotivasi dan membimbing peserta didik untuk lebih mengenal jati dirinya sehingga melahirkan insan yang berakhlak mulia.
  • Mendorong peserta didik untuk taat beragama, berakhlak mulia, berbudaya, cinta terhadap bangsa, negara dan tanah air, serta terhindar dari perilaku menyimpang.
  • Menerapkan manajemen partisipatif yang bersifat kekeluargaan dengan melibatkan seluruh warga sekolah.

Kamis, 01 November 2012

SMA N 1 Bukittinggi JUARA UMUM Pekan Konstitusi V Unand

Dari Pekan Konstitusi V Unand Menuju Tingkat Nasional... 

(Amiiiiin...) 

Ujian merupakan puncak dari perjalanan pendidikan para murid, semua murid mempersiapkan dirinya untuk menghadapi ujian yang pada saat itu merupakan Ujian Tengah Semester (UTS) semester ganjil untuk siswa/i SMA N 1 Bukittinggi. Namun, semua itu tidak menghambat semangat beberapa murid SMA N 1 Bukittinggi yang diutus untuk mewakili SMA N 1 Bukittinggi memenuhi undangan dari Fakultas Hukum Universitas Andalas yang akan mengadakan Pekan Konstitusi V yang terdiri dari berbagai perlombaan yang mana semua perlombaan bertemakan "Satu Dasawarsa Reformasi Konstitusi".
Setelah melalui beberapa tahapan kompetisi yang cukup alot, akhirnya SMA N 1 Bukittinggi berhasil menyabet predikat juara umum dalam Pekan Konstitusi V yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO)  Fakultas Hukum Unand yang diselenggarakan di Convention Hall,Unand 15-19 oktober 2012.
gelaran lomba ini adalah yang kelima kalinya dihelat oleh PUSaKO Unand. 
materi yang diperlombakan itu sendiri terdiri dari 4 kategori konstitusi, diikuti utusan sekolah-sekolah undangan tingkat SLTA yang ada di Sumatera Barat, Riau dan Jambi.
Untuk kategori lomba pidato konstitusi, dimenangkan oleh SMA 1 Muaro Bungo (Jambi), disusul juara dua dipegang oleh SMA 1 payakumbuh dan juara ketiga dipegang oleh SMA Titian Teras (Jambi).
Sedangkan pada kategori lomba karya tulis dimenangkan oleh SMA 1 Pekanbaru, juara 2 SMK 2 Padang Panjang dan juara 3 oleh SMA N 1 Bukittinggi yang beranggotakan Rahayu Permata Sari dan Jamiatul Husni.
(Tim karya Tulis SMA N 1 Bukittinggi yang terdiri dari Rahayu Permata Sari dan Jamiatul Husni berhasil mendapatkan juara 3 dalam Pekan Konstitusi V Unand.)

Sementara cabang Lomba Cerdas Cermat Konstitusi, yang beranggotakan Utari Intan Pratiwi, Ukhti Maira (saya) dan Arini Diyah Fadhila, sukses sebagai pemuncak pertama mengalahkan SMA N 1 Ampek Angkek dan SMA N 2 Padang.
(Tim Lomba Cerdas Cermat Konstitusi SMA N 1 Bukittinggi yang beranggotan Ukhti Maira (saya), Utari Intan Pratiwi dan Arini Diyah Fadhila)
(Tim Lomba Cerdas Cermat dan Pembina : Arini Diyah Fadhila, Dra.Febri Gustina, Ukhti Maira (saya) dan Utari Intan Pratiwi).
Setelah dirangkum hasil akhir dari sejumlah lomba itu, predikat sebagai juara umum diraih oleh SMA N 1 Bukittinggi.





Diantara undangan yang berkesempatan hadir, juga tampak para pejabat negara dari pusat,seperti sekjend Mahkamah Konstitusi (MK) Janedjri M.Gaffar dan Wamenkum dan HAM Deni Indrayana, yang bertindak sebagai Keynote Speech.
Para peserta dalam Pekan Konstitusi V kali ini berasal dari 3 provinsi yaitu Sumatera Barat, Riau san Jambi.
Jubir KPK, Johan Budi juga turut hadir dalam momentum yang diikuti 20 sekolah yang terdiri dari 3 provinsi.
Tampak hadir pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Hukum Unand, Dr.H.Werry Darta Taifur, S.E M.A, Direktur PUSaKO Fakultas Hukum Unand Prof. Dr. Saldi Isra, S.H MPA dan segenap civitas akademika serta guru pembimbing dan para siswa/i se Sumbar, Riau dan Jambi.
Terkait prestasi itu tak urung membuat bangga kepala SMA N 1 Bukittinggi , Drs.Taswar S.E M.Pd disampingi pembina Dra.Febri Gustina. "Kita berharap ditahun depan dapat mengukir prestagi di ajang ini lagi dan besar harapan kami agar para siswa kita ini dapat memenangkan lomba diajang yang lebih tinggi seperti di tingkat nasional", katanya. 

  



Diberdayakan oleh Blogger.

About

Pages - Menu