Smansa Landbouw dance now... !!!
tum prok tum....!!!
(Fajar Kemenangan)
Inilah cerminan semangat para siswa/i ini menyorakkan salam kebanggaan mereka...
MasyaAllah.. tak disangka 14 orang siswa/i (yang masih lugu-lugu ini) bisa menyelesaikan perlombaan ini dengan hasil yang memuaskan. terbayarlah semua kerja keras mereka.
Setelah menyelesaikan babak penyisihan sehari sebelumnya, LCC 4 Pilar
memasuki babak semifinal dan final, Sabtu (2/2) hadir sebagai juri pada
perlombaan babak semifinal dan final, Adiyaman Amir Saputra, S.IP
(Anggota Fraksi Partai Demokrat MPR RI), M. Iqbal, S.E., M.Com (Anggota
Fraksi PPP MPR RI) dan Dra. Selfi Zaini (Wakil Sekretaris Jenderal MPR
RI).
Semifinal pertama mempertemukan SMAN 1 Bukittinggi, SMAN 3
Batusangkar, dan SMAN 1 Gunung Talang. Pada babak ini, perlombaan
berlangsung ketat. Susul-menyusul point terjadi di setiap babak. SMAN 1
Bukittinggi keluar sebagai juara dengan skor 230, disusul SMAN Gunung
Talang (181) dan SMAN 3 Batusangkar (155). Yang berhak masuk ke babak
final SMAN 1 Bukittinggi.
(Si biru indian dari bukittinggi menduduki posisi tim A)
Semifinal kedua mempertemukan SMAN 1 Payakumbuh, SMAN 1 Banuhampu,
dan SMAN 1 Painan. babak ini berlangsung juga tidak kalah serunya dengan
babak pertama dengan sangat ketat dan perbedaan poin diantara ketiganya
sangat tipis. Berkat keunggulan menyimak soal dengan baik SMAN 1
Banuhampu menjadi pemenang dengan skor akhir (193), disusul SMAN 1
Payakumbuh (180) di tempat kedua dan SMAN 1 Painan (173) di tempat
ketiga. Dari hasil pertandingan Grand final LCC ini keluar 3 nama
sekolah yang berhak melaju ke babak final yaitu SMAN 1 Bukittinggi, SMAN
1 Banuhampu, SMAN 1 Gunung Talang.
Pada Siang hari tepat pukul 13.30 WIB di gelar babak Final SMAN 1
Bukittinggi, SMAN 1 Banuhampu, SMAN 1 Gunung Talang telah menempati
posisi di arena lomba Aula Engku Syafe’i kian dipadati suporter dari
dari masing-masing sekolah, sorak sorai di iringi tepuk tangan yang
sangat meriah untuk menyemangati para peserta. Pertandingan dimulai
dengan pembacaan soal di babak tematik ketiga regu menjawab sempurna,
kejar mengejar poin berlangsung pada babak satu lawan satu dan
benar-salah hingga akhir babak tidak terbendung lagi SMAN 1 Bukittinggi
keluar sebagai juara 1 dengan nilai (184) disusul oleh SMAN 1 Banuhampu
(171), SMAN 1 Gunung talang (148).
Acara final ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera
Barat Drs. H. Ali Asnar, M.pd, beliau sekaligus membacakan sambutan
gubernur bila kita mencemati fenomna dan realitas kehidupan masyarakat
saat ini, kita dapat melihat indikasi dan kecenderungan melemahnya
penerapan nilai moral dan etika dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa
dan bernegara. Kondisi ini mungkin disebabkan dan dipengaruhi oleh
banyak variabel yang berpengaruh terhadap menurunya pemahaman dan
penerapan nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan
bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.
Dengan diadakannya LCC 4 Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara
mampu berfungsi sebagai salah satu media, alat dan cara untuk
meningkatkan pemahaman dan kesadaran para siswa untuk berbuat dan
bersikap sesuai nilai-nilai yang terkandung dalam 4 pilar kehidupan
berbangsa dan bernegara.
Dalam kesempatan yang sama Adiyaman Amir Saputra membacakan sambutan
Pimpinan MPR RI generasi muda adalah lokomotifbagi massa depan bangsa,
di tangan kaum mudalah nasib sebuah bangsa dapat ditentukan. Jika kaum
mudanya memiliki kemampuan untuk membangun bangsa dan negaranya, maka
sesungguhnya cita-cita sebuah bangsa dapat berjalan.
Generasi muda harus mengoptimalkan kreatifitas, kemandirian, dan
semangat untuk mengembangkan daya intelektualitas. Kita harus mampu
menjadi subjek dalam pergaulan dunia. Geneasi muda perlu dipersiapkan
menjadi individu yang handal, cerdas dan berkepribadian. Bukan hanya
dibekali dengan kemampuan akademis, namun juga harus memiliki jati diri
bangsa, rasa cinta tanah air, rasa toleransi, dan dapat menghormati
kemajemukan.
Adapted from http://www.mpr.go.id/berita/read/2013/02/05/11572/sman-1-bukittinggi-juara-1-cerdas-cermat-mpr#.UWZ0KL70gI8.facebook
Senin, 15 April 2013
SMA I Bukittinggi Wakili Sumbar ke Gedung MPR RI (LCC 4PKBB)
Alhamdulillahirabbil'alamin... !!!
Alhamdulillahirabbil'alamin... !!!
Alhamdulillahirabbil'alamin... !!!
BUKITTINGGI – Sekolah Menengah Sekolah Negeri (SMAN) 1 Bukittinggi memastikan diri sebagai sekolah Menengah Atas yang berhak mewakili Provinsi Sumatera Barat untuk berlaga di Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (LCC 4 PKBB) tingkat nasional di Gedung MPR-RI senayan Jakarta, pada pertengahan tahun 2013 ini.
Tampil dengan performa terbaik mereka yang memukau ratusan penonton di Aula LPMP UNP Padang, membuat siswa/i SMAN 1 Bukittinggi dengan tenang merontokkan para pesaingnya difase akhir Perlombaan Cerdas Cermat 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang berlangsung dari 30 Januari hingga 3 Februari.
Kemenangan yang diraih SMAN 1 Bukittinggi ini juga berlangsung sengit , 2 pesaing terakhir
SMAN 1 Bukittinggi yakni ,SMAN 1 Banuhampu, Kabupaten Agam, dan SMAN 1 Gunung Talang , Solok, juga tampil garang dan tak kalah hebatnya.
Nilai akhir perlombaan ini masing-masing untuk SMAN 1 Bukittinggi sebagai Juara dengan nilai 184, disusul SMAN 1 Banuhampu peringkat kedua dengan nilai 161, dan SMAN 1 Gunung Talang sebagai peringkat ketiga dengan nilai 148.
Ekspresi Sumringah terpancar dari wajah Sang Kepala Sekolah SMAN 1 Bukittinggi, Drs Taswar SE ,MPd, yang selama perlombaan berlangsung, selalu setia mendampingi serta memberikan spirit dan dukungan moral kepada siswa/i nya yang tengah berlomba diajang tersebut.
“Ditambah pula dengan dukungan supporter siswa dan Guru yang khusus didatangkan dari Bukittinggi, semangat juang para siswa semakin terpacu,” katanya.
Sementara itu Guru Pembina Dra Febri Gustina yang didampingi Pelatih Tim SMAN 1 Bukittinggi Irwan Aswandi MPd (Wan Batak), juga turut bersuka cita atas keberhasilan tim besutannya, Ia berharap ditingkat Nasional nanti Tim yang diasuhnya akan menjadi Pemuncak ditingkat Nasional bersaing dengan 32 Provinsi lainnya.
Atas kemenangan ini SMAN 1 Bukittinggi berhak mendapatkan Tropy lepas dari Sesjen MPR-RI dan Uang Pembinaan sebesar Rp 5 Juta dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.
Berikut Nama-Nama 14 siswa/wi Andalan SMAN 1 Bukittinggi yang akan berlaga di Gedung MPR-RI Senayan Jakarta, Ririn Indriani (Kelas XI.IPA.1),Ramadhani (Kelas XI.IPA.1),Ukhti Maira (Kelas XI.IPA.2),Arini Diyah Fadhila (Kelas XI.IPA 3),Suha Sidratul Yahya (kelas XI.IPA.3), Nurhaida (Kelas XI.IPS 1),Lidya Rahmi (Kelas XI.IPS 1),Ikhsan Kurniawan (Kelas X.4),M.Rifadli (Kelas X.4), Tovan Batavia (KelasX.4),Eryn Sobarini (Kelas X.5),Zhafarina Adani (Kelas X.5).Asradiani Novia (Kelas X.8).dan Shintia Ramadani (Kelas X.8).
Babak penentuan yang menentukan sekolah mana yang akan menjadi Duta Sumatera Barat berlaga ditingkat nasional tersebut, juga dihadiri oleh Wakil Sekeretaris Jendral MPR-RI,Selvi, Sekda Provinsi Sumatera Barat Dr Ali Asmar MPd,kemudian beberapa orang anggota DPR-RI asal daerah pemilihan Sumatera Barat.
Adapted from http://www.padangmedia.com/1-Berita/79092-SMA-I-Bukittinggi-Wakili-Sumbar-ke-LCC4-PKBB.html?fb_action_ids=333707530085377&fb_action_types=og.likes&fb_source=aggregation&fb_aggregation_id=288381481237582
Alhamdulillahirabbil'alamin... !!!
Alhamdulillahirabbil'alamin... !!!
BUKITTINGGI – Sekolah Menengah Sekolah Negeri (SMAN) 1 Bukittinggi memastikan diri sebagai sekolah Menengah Atas yang berhak mewakili Provinsi Sumatera Barat untuk berlaga di Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (LCC 4 PKBB) tingkat nasional di Gedung MPR-RI senayan Jakarta, pada pertengahan tahun 2013 ini.
Tampil dengan performa terbaik mereka yang memukau ratusan penonton di Aula LPMP UNP Padang, membuat siswa/i SMAN 1 Bukittinggi dengan tenang merontokkan para pesaingnya difase akhir Perlombaan Cerdas Cermat 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang berlangsung dari 30 Januari hingga 3 Februari.
Kemenangan yang diraih SMAN 1 Bukittinggi ini juga berlangsung sengit , 2 pesaing terakhir
SMAN 1 Bukittinggi yakni ,SMAN 1 Banuhampu, Kabupaten Agam, dan SMAN 1 Gunung Talang , Solok, juga tampil garang dan tak kalah hebatnya.
Nilai akhir perlombaan ini masing-masing untuk SMAN 1 Bukittinggi sebagai Juara dengan nilai 184, disusul SMAN 1 Banuhampu peringkat kedua dengan nilai 161, dan SMAN 1 Gunung Talang sebagai peringkat ketiga dengan nilai 148.
Ekspresi Sumringah terpancar dari wajah Sang Kepala Sekolah SMAN 1 Bukittinggi, Drs Taswar SE ,MPd, yang selama perlombaan berlangsung, selalu setia mendampingi serta memberikan spirit dan dukungan moral kepada siswa/i nya yang tengah berlomba diajang tersebut.
“Ditambah pula dengan dukungan supporter siswa dan Guru yang khusus didatangkan dari Bukittinggi, semangat juang para siswa semakin terpacu,” katanya.
Sementara itu Guru Pembina Dra Febri Gustina yang didampingi Pelatih Tim SMAN 1 Bukittinggi Irwan Aswandi MPd (Wan Batak), juga turut bersuka cita atas keberhasilan tim besutannya, Ia berharap ditingkat Nasional nanti Tim yang diasuhnya akan menjadi Pemuncak ditingkat Nasional bersaing dengan 32 Provinsi lainnya.
Atas kemenangan ini SMAN 1 Bukittinggi berhak mendapatkan Tropy lepas dari Sesjen MPR-RI dan Uang Pembinaan sebesar Rp 5 Juta dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.
Berikut Nama-Nama 14 siswa/wi Andalan SMAN 1 Bukittinggi yang akan berlaga di Gedung MPR-RI Senayan Jakarta, Ririn Indriani (Kelas XI.IPA.1),Ramadhani (Kelas XI.IPA.1),Ukhti Maira (Kelas XI.IPA.2),Arini Diyah Fadhila (Kelas XI.IPA 3),Suha Sidratul Yahya (kelas XI.IPA.3), Nurhaida (Kelas XI.IPS 1),Lidya Rahmi (Kelas XI.IPS 1),Ikhsan Kurniawan (Kelas X.4),M.Rifadli (Kelas X.4), Tovan Batavia (KelasX.4),Eryn Sobarini (Kelas X.5),Zhafarina Adani (Kelas X.5).Asradiani Novia (Kelas X.8).dan Shintia Ramadani (Kelas X.8).
Babak penentuan yang menentukan sekolah mana yang akan menjadi Duta Sumatera Barat berlaga ditingkat nasional tersebut, juga dihadiri oleh Wakil Sekeretaris Jendral MPR-RI,Selvi, Sekda Provinsi Sumatera Barat Dr Ali Asmar MPd,kemudian beberapa orang anggota DPR-RI asal daerah pemilihan Sumatera Barat.
Adapted from http://www.padangmedia.com/1-Berita/79092-SMA-I-Bukittinggi-Wakili-Sumbar-ke-LCC4-PKBB.html?fb_action_ids=333707530085377&fb_action_types=og.likes&fb_source=aggregation&fb_aggregation_id=288381481237582
Selasa, 04 Desember 2012
Our Spirit Will Never Die...!!!
MENTARI ITU BERSINAR,
DAN AKAN SELALU BERSINAR
By: Ukhti Maira
Bunyi bel pertanda pulang
berdenting, sepercik kebahagiaan yang tak ternilai harganya pun
menghampiri para murid SMA NEGERI 1
BUKITTINGGI. Semua itu bagaikan air dalam kehausan ,
bagaikan makanan dalam kelaparan dan bagaikan penyejuk dalam kepanasan karena
terlepas dari cekikan maut pelajaran yang menari-nari di papan tulis. Semua
berhamburan keluar dari kelas bak sapi keluar dari sel tahanan karena diancam
akan dikurban.
Namun label kebahagiaan itu tak berlaku bagi kami, para orang- orang LCC 4 Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang berjumlah hanya 15 orang dan salah
satu diantaranya adalah aku. Jadwalku setiap hari sangat padat. Sampai-sampai aku
tidak ada waktu untuk memberi makan Belti, kucing kesayanganku.Terlebih lagi,
hari Minggu, hari yang seharusnya bisa aku gunakan untuk bersantai ria dirumah
pun tergadaikan olehnya . Jadwal harianku setiap pulang sekolah adalah :
Senin :
Les fisika
Selasa :
Latihan LCC
Rabu :
Olah Raga
Kamis :
Les Matematika
Jumat :
Latihan LCC + Les Bahasa Inggris
Sabtu :
Latihan LCC
Hari-hariku dipenuhi dengan latihan LCC. Mungkin kalian
bertanya-tanya apa itu LCC, singkatnya saja, di dalam LCC kami diharuskan untuk menghafal UUD 1945,TAP
MPR,tematik UUD, dan hal-hal lain yang bersangkutan dengan peraturan
perundang-undangan negara kita tercinta,Indonesia. Hal itu kami lakukan untuk mengikuti program
pemerintah yang selalu mengadakan lomba cerdas cermat berkelanjutan setiap tahunnya. Secara teori berkata, kami
para LCC SMA N 1 BUKITTINGGI untuk
mengikuti lomba ini ke tingkat provinsi. Karena hanya sekolah kami yang
mengadakan ekstrakurikuler ini di kota kami. Pikiran kami selalu dihiasi dengan
bab, pasal, dan ayat setiap UUD. Tapi, kami tidak merasa terbebani dengan semua
itu, menghafal UUD dan TAP MPR sudah menjadi keseharian rutin kami sehari-hari.
Seperti makan dan tidur yang telah menjadi kebutuhan kami setiap hari.
Namun seiring waktu berjalan, sepertinya kali ini waktu tak berpihak pada kami. Siang
itu,sebuah surat yang
menggemparkan sekolahku pun datang. Tak terlintas dibenakku hal itu akan
terjadi. Tapi realita tak bisa dipungkiri.Mentari
seperti tenggelam dan tak mau bersinar lagi. Saat itu aku berharap segera terjaga dari mimpi yang mengerikan ini.
Tapi,setelah aku mencubit tangan kuat-kuat,rasa sakitpun menjalar.
Bukan sakit karena kena cubit, tapi karena aku harus menghadapi kenyataan bahwa
semua ini bukan mimpi buruk, semua ini nyata.
Entah apa yang harus kami lakukan
setelah ini. Kau tau apa yang telah terjadi
kawan? Kakak seniorku di LCC menyampaikan kepada kami semua bahwa
TAHUN INI SEKOLAH KAMI TIDAK DIBERI KESEMPATAN LAGI UNTUK MEWAKILI KOTA
MENGIKUTI LOMBA CERDAS CERMAT 4 PILAR
KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA KE TINGKAT PROVINSI.Giliran itu diberikan kepada sekolah lain. Saat itu juga kami yang tengah
berada di lapangan pun ternganga, tak tau harus berbuat apa. Tiba – tiba,
tubuhku mendingin, tanpa kusadari air
mataku pun meronta ingin menampakkan wujudnya. Semua tak bisa ku elakkan.
Semua orang sangat kecewa, sekolahku pun dihantui dengan tangisan kami para
anggota LCC. Seiring
semuanya bersedih, alam pun sepertinya ikut bersedih.
Tetesan air langit pun membasahi sekolah kami. Aku
merasa semua pengorbananku sia-sia. Mulai dari waktu,pikiran,tenaga, pelajaran,
sampai teman.
Ku lihat arloji ku, ternyata jarum yang agak pendek sudah berada di
angka empat. Tanpa mengucapkan apa apa, aku beranjak dari dari lapangan menuju
tempat angkot yang biasa kutumpangi untuk pulang. Sepanjang perjalanan aku
masih memikirkan hal yang baru saja terjadi. Semua ini terasa bak Dementor
telah merenggut semua kebahagiaanku tanpa bisa ku elakkan. Patronoumku pun
seperti tidak berfungsi. Beberapa saat kemudian aku pun sadar, aku tidak
berada di Hogwarts.
“Adek adek semua, besok pagi harap berkumpul di balkon, karena jam 7
pagi kita akan menghadap ke kepala sekolah untuk membicarakan masalah kemarin,
jadi jangan ada yang telat ya!” bunyi pesan singkat dari kakak seniorku. Jam di meja belajarku
masih menunjukkan pukul 20.15, tetapi setelah membaca sms dari kakak
seniorku tadi, rasanya tak sabar aku menunggu datangnya pagi.
Tepat pukul 07.00 waktu Bukittinggi, aku sudah berdiri di balkon
lantai dua sekolahku. Tak lama setelah itu, kakak seniorku pun datang dan
dengan logat minangnya berkata “Capeklah dek. Semuanya ikut kakak ke
ruang kepala sekolah”. Aku dan temanku yang lain berjalan mengikuti kakak
seniorku dari belakang. Sampai di depan ruang kepala sekolah, kami pun mendapati
Bapak Kepsek berjalan keluar dari ruangannya sambil berkata “Ada apa ini rame-rame
kesini? Ada yang bisa saya bantu?”. “Ada yang ingin kami bicarakan Pak” kata
kakak seniorku. “Silahkan masuk, tapi jangan semuanya. Tiga orang saja cukup”.
Dua kakak senior dan satu orang temanku pun masuk ke ruang kepala sekolah. Kami
para anggota LCC yang lain menunggu dengan cemas di luar. Beberapa menit
kemudian, mereka yang baru saja masukpun keluar dari ruangan kepala sekolah.
Kami segera mengerubuti mereka untuk menanyakan apa saja yang mereka bincangkan
di dalam sana. Singkatnya, bapak kepala sekolah hanya mengatakan akan
menanyakan proses lebih lanjutnya ke Dinas Pendidikan kota. Tak ada kepastian
yang jelas. Tapi setidaknya kami sudah bisa bernafas lega, karena kepala
sekolah mau bercampur tangan atas masalah kami ini.
Tetapi, usaha kami tak berhenti sampai disitu. Aku dan sahabat
dekatku, yang juga anggota LCC
teringat dengan teman dekat,
seperilaku dan seperjuangan kami sejak sekolah di jenjang menengah
pertama dulu. Sebut
saja namanya Rahman.Kami bertiga memang berteman dekat sekali. Kebetulan
ayahnya bekerja sebagai abdi negara di Instansi pemerintah yang bergerak di
sektor pendidikan di kota ini. Kami meminta bantuan kepada beliau
untuk memberikan penjelasan kenapa
sekolah kami tidak bisa lagi mengikuti lomba cerdas cermat ini. Lomba yang
menjadi mimpiku sejak menyematkan lambang SMA N 1 BUKITTINGGI di baju
seragamku. Ternyata alasannya adalah, karena kami sudah tiga kali menjadi
utusan kota ini dan masih tidak berhasil melaju ke tingkat Nasional.Jadi
panitia lomba ini ingin memberikan kesempatan kepada
sekolah lain. Bapak itu pun juga berkata akan melakukan apapun yang beliau
bisa. Senyuman pun menghampiri kami. Dalam hati kami berharap semoga
keajaiban itu ada dan semoga harapan kami terkabulkan. Meskipun kemungkinannya
seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Tapi kami percaya bahwa tidak ada
yang tidak mungkin di dunia ini.
Beberapa hari setelah realita
terburuk yang telah menimpaku itu berlalu, kesibukan kamipun berjalan normal
seperti biasa kembali. Harapan boleh redup, tetapi
semangat kami tidak pernah padam. Latihan LCC masih tetap berjalan seperti
hari-hari sebelumnya. Bunyi pekikan bel
tanda kami masih berlatih berebut
menjawab soal-soal seputar UUD dan TAP MPR masih terdengar di setiap
Selasa,Kamis, Jumat, dan Sabtu pada jam sepulang sekolah.Guru pembina kami juga
masih tidak pernah absen untuk mengawasi latihan kami. Mentari itu bersinar,dan
akan selalu bersinar. Tetapi kali ini masih diikuti oleh awan gelap yang
menutupinya karena rasa cemburu. Semua kemungkinan itu seperti masih mengambang di udara. Tidak tau apa kepastian
yang akan terjadi.
Seminggu setelah itu,berita lain datang lagi ke sekolah kami. Tetapi
untungnya bukan berita buruk seperti yang kami dapatkan dua minggu lalu. Berita
itu berisi tentang keputusan panitian lomba LCC UUD dan TAP MPR akan mengadakan seleksi antara sekolah kami
dengan sekolah yang telah dipilihnya sebelumnya, untuk mendapatkan siapa yang
terbaik. Seleksi diselenggarakan dengan menandingkan kami dengan sekolah lain
itu. Siapa yang mendapat skor tertinggi dan permainan terbaik itulah yang akan berhak mewakili Bukittinggi menuju provinsi. Mendengar berita itu, kami semua bersorak
senang bukan kepalang. Akhirnya,terang pun datang, dan awan gelap berlarian karena takut akan ditiup
oleh angin dari barat. Keputusan yang selama in kami nantikan akhirnya datang
juga. Tergambar di wajah-wajah para anggota LCC semangat yang dulu hampir padam kembali berkobar. Memang, perjalanan kami masih
panjang,kami masih harus menjalani seleksi,dan jika kami berhasil, setelah itu
kami pun harus bersaing mengalahkan para
utusan dari setiap kota di provinsi. Tapi setidaknya perjalanan setelah ini
mudah-mudahan bisa kami hadapi dengan usaha dan kerja keras. Tekad kami adalah
membawa nama SMA N I BUKITTINGGI sebagai pemenang di ajang nasional nantinya.
Amin.
Mungkin ketika teman-teman membaca bagian ini, cerpen ini akan
segera berakhir. Tetapi tidak untuk kami para LCC, ini adalah awal dari
perjuangan kami. Mentari itu bersinar, dan akan selalu bersinar
***
Sabtu, 10 November 2012
This is My TOWN..
-->
BUKITTINGGI
Bukittinggi
is a city located in the northern part of West Sumatra province. Two words are
collected into one, has a meaning identical to its location at an altitude
hills. Situated in the island of Sumatra with hilly and air cool and
comfortable.
Bukittinggi City will amaze your heart, with an altitude of 904-941 meters above sea level makes the air high hill so it feels very cool. Temperature reaches about 16-23 degrees celcius. contour of the land in the city is hilly, there were there were 27 contained within the hill town of Bukittinggi, When traveling by car it will not feel bored.
Bukittinggi is the cultural center of West Sumatra, located in the highlands north of Padang on the hill Agam. Unlike the Padang that is central to modern machinery of government and commerce then Bukittinggi is a quiet town decorated by the scenery really is second to none. Valley is very famous Sianok canyon with a depth of 100 M and a slope between 800-900 is one of the charms of Bukittinggi serve as a tourist town. Greatness of Mount Merapi, Mount Singgalang and, too, of Mount Sago moleknya adorn the city's Clock Tower.
Bukittinggi has another name that is Tri Arga, which means three majestic mountains that give good luck. Bukittinggi has a refreshingly cool air over the region because of the height of 900 m above sea level. While in Bukittinggi often rains, it does not prevent the tourists to come to the city that many people refer to as the most hospitable city in Sumatra island.
Many tourists who come to visit the canyon Sianok amazing, huge stone cliff covered with trees growing on it and the surrounding mountains are dramatic gorges make this incredibly enticing.
This place is a good place if you want a more challenging adventure. Compare with other places in Sumatra, Bukittinggi only received a few visitors who use the city as headquarters ascent near or touring culture to Highlands Minagkabau. Bukittinggi Society multiethnic society inhabited by thousands. Mareka homely living side by side in harmony and harmonious life.
Bukittinggi City will amaze your heart, with an altitude of 904-941 meters above sea level makes the air high hill so it feels very cool. Temperature reaches about 16-23 degrees celcius. contour of the land in the city is hilly, there were there were 27 contained within the hill town of Bukittinggi, When traveling by car it will not feel bored.
Bukittinggi is the cultural center of West Sumatra, located in the highlands north of Padang on the hill Agam. Unlike the Padang that is central to modern machinery of government and commerce then Bukittinggi is a quiet town decorated by the scenery really is second to none. Valley is very famous Sianok canyon with a depth of 100 M and a slope between 800-900 is one of the charms of Bukittinggi serve as a tourist town. Greatness of Mount Merapi, Mount Singgalang and, too, of Mount Sago moleknya adorn the city's Clock Tower.
Bukittinggi has another name that is Tri Arga, which means three majestic mountains that give good luck. Bukittinggi has a refreshingly cool air over the region because of the height of 900 m above sea level. While in Bukittinggi often rains, it does not prevent the tourists to come to the city that many people refer to as the most hospitable city in Sumatra island.
Many tourists who come to visit the canyon Sianok amazing, huge stone cliff covered with trees growing on it and the surrounding mountains are dramatic gorges make this incredibly enticing.
This place is a good place if you want a more challenging adventure. Compare with other places in Sumatra, Bukittinggi only received a few visitors who use the city as headquarters ascent near or touring culture to Highlands Minagkabau. Bukittinggi Society multiethnic society inhabited by thousands. Mareka homely living side by side in harmony and harmonious life.
This is My SCHOOL..
SMA NEGERI 1 BUKITTINGGI (SMANSA LANDBOUW)
PROPINSI SUMATERA BARAT
JL. SYEKH M DJAMIL DJAMBEK NO. 36 BUKITTINGGI
TELP./ FAX : 0752 22549 / 0752 626202
WEBSITE :
www.sman1bukittinggi.sch.id
EMAIL : smansa_landbouw@yahoo.co.id
SEJARAH SINGKAT :
SMA Negeri 1 Bukittinggi lahir dari pecahan SMA Negeri ABC
Bukittinggi yang berlokasi di Birugo (SMA Negeri 2 Bukittinggi sekarang) pada
tahun 1957. Pada awalnya SMA ini dikenal dengan SMA Negeri 1B dan pada tahun
1959 lokasinya dipindahkan ke lokasi yang ada sekarang yaitu jalan Syekh M
Jamil Jambek No. 36 (Landbouw) Bukittinggi. Gedung induk SMA Negeri 1
Bukittinggi yang mulai dibangun tahun 1957 dan selesai tahun 1959 merupakan
bantuan Pemerintah, mengingat Bukittinggi adalah pusat atau ibukota propinsi Sumatera
Tengah.
VISI :
UNGGUL DALAM IPTEK DAN IMTAQ AGAR MAMPU BERSAING SECARA GLOBAL
MISI :
- Melaksanakan
Pembelajaran yang efektif sehingga potensi kecerdasan peserta didik
berkembang secara optimal untuk meningkatkan daya saing global.
- Menumbuhkembangkan
etos kerja dan semangat keunggulan seluruh warga sekolah dalam
meningkatkan mutu pendidikan.
- Memotivasi dan
membimbing peserta didik untuk lebih mengenal jati dirinya sehingga
melahirkan insan yang berakhlak mulia.
- Mendorong
peserta didik untuk taat beragama, berakhlak mulia, berbudaya, cinta
terhadap bangsa, negara dan tanah air, serta terhindar dari perilaku
menyimpang.
- Menerapkan
manajemen partisipatif yang bersifat kekeluargaan dengan melibatkan
seluruh warga sekolah.
Langganan:
Postingan (Atom)

